DARAHMU NYAWAKU
Oleh Dina Qisthina
Ketika itu…
Goresan kepedihan mengiris kehidupanmu
Mereka seolah menyayat jiwa dan ragamu
Merampas kebahagiaan hakiki
Membinasakan cahaya negeri
Angin berhembus memancing semangatmu
Bunyi guntur menegaskan jati dirimu
Mentari menyinari hati dan sanubari
Mulai berlari membunuh kesakitan ini
Tetes darah tercurah bercampur peluh
Demi sebuah titik cerah untuk menggenggam Bumi Pertiwi
Merebut seluruh harta rampasan yang telah mereka curi
Berjuang hanya untuk merdeka atau mati
Saat ini…
Hanya tersisa nama indahmu
Tersimpan dalam rongga-rongga nyawaku
Merasuki setiap nadi dalam tubuhku
Hidup dalam semangatku
...
Inilah Kami Sang Ibu Pertiwi
