Monday, March 16, 2015

MID SEMESTER 1 "Pengetahuan Umum Pulp and Paper"

MID SEMESTER 1 "Pengetahuan Umum Pulp and Paper" 


Nama : Dina Qisthina
Prodi  : Teknologi Pengolahan Pulp dan Kertas
NIM   : 012.13.004
Dosen : DR Ir. R Gatot Ibnusantosa, DEA


Bingung mau nge-share apa ... inilah yang terjadi ^^
Ceritanya ini jawaban soal ujian mid semester 1 mata kuliah "Pengetahuan Umum Pulp dan Kertas". Masih lugu-lugunya dan sok-sok ngerti gitu padahal ilmunya masih cetek bangett tentang ini -.- Tapi sekarang aku udah semester 4 #trushubungannyaapagitu #udahtuaajaa #GPPLOH.
Dibaca ajalah yaa dengan senyuman... :)) ehee :D

 a. Potensi antara kayu serat pendek dan serat panjang. Jawab: Berkaitan dengan permasalahan diatas yaitu akan didirikannya sebuah Industri Pulp dan Kertas dengan kapasitas 1 juta ton pulp per tahun, dengan kayu Hardwood dari Acacia Mangium. Namun disini terjadi perdebatan mengenai penggunaan kayu antara menggunakan Hardwood Acacia Mangium atau Softwood Pinus Merkusi yang diperoleh dari Takengon Aceh. Menurut pendapat saya mengenai permasalahan diatas tersebut, sebaiknya pabrik lebih mengutamakan penggunaan kayu hardwood daripada softwood karena alasan berikut: 

• Mengenai waktu panen yang produktif, Softwood membutuhkan jangka waktu yang sangat lama untuk dapat dipanen yaitu hingga 30-40 tahun, sedangkan Hardwood hanya membutuhkan waktu 4-6 tahun , sehingga sangat produktif dalam suatu Industri dengan kapasitas 1 juta ton pulp per tahun.

• Kemudian Softwood memiliki kandungan lignin yang tinggi sehingga memerlukan biaya yang cukup tinggi dalam penambahan zat-zat kimia (chemicals) saat melakukan proses pembuatan pulpnya, sedangkan Hardwood memiliki kandungan lignin yang lebih rendah daripada softwood, sehingga tidak memerlukan banyak penambahan zat-zat kimia (chemicals) dalam proses pembuatan pulpnya sehingga lebih efisien dalam penggunaan biaya suatu Industri tersebut. Jadi, menurut saya sebaiknya dalam suatu Industri Pulp dan Kertas dengan kapasitas 1 juta ton lebih diprioritaskan untuk menggunakan bahan baku kayu Hardwood saja. 

 b. Pilihan lokasi yang tepat untuk jenis kayu yang saudara pilih. Jawab: Untuk lokasi penanaman jenis kayu Hardwood seperti Acacia Mangium dapat ditanam di daerah tropis yaitu Indonesia tepatnya di daerah Pulau Sumatera karena disana masih banyak lahan yang dapat dijadikan HTI (Hutan Tanaman Industri) dan disana tanahnya memiliki kualitas yang cukup bagus untuk dijadikan lahan pembuatan HTI sehingga sangat produktif dalam Industri Pulp dan Kertas. Selain itu, lokasi yang juga tepat yaitu Pulau Kalimantan karena disana masih banyak sekali lahan kosong yang dapat dijadikan HTI (Hutan Tanaman Industri). 

 c. Apa kaitannya bilangan Runkle dari kayu serat panjang dan serat pendek. Jawab: Bilangan Runkle adalah ratio antar dua kali tebal dinding serat dengan diameter lumen (2W/l ). Serat dengan bilangan runkle ≤ 1 sangat baik digunakan sebagai bahan baku pembuatan pulp. Serat dengan bilangan runkle kecil berarti serat ini mempunyai dinding sel tipis, diameter lumen lebar, mudah memipih dan pembentukan lembaran pulp mempunyai kekuatan tarik dan kekuatan jebol yang tinggi. Sebaliknya serat dengan bilangan runkle > 1 berarti serat tersebut berdinding sel tebal dan berdiameter lumen kecil serta akan mempertahankan bentuk pipa waktu digiling sehingga menghasilkan lembaran pulp dengan kekuatan tarik dan kekuatan jebol yang rendah . 

 d. Apakah benar bahwa kandungan lignin softwood lebih rendah dari hardwood? Jawab: Menurut literatur-literatur yang telah ada beserta penelitiannya bahwa kandungan lignin pada softwood lebih tinggi daripada hardwood. Lignin merupakan zat yang bersama-sama dengan selulosa adalah salah satu sel yang terdapat dalam kayu. Lignin berguna dalam kayu seperti lem atau semen yang mengikat sel-sel lain dalam satu kesatuan sehingga bisa menambah support dan kekuatan kayu (mechanical strength) agar bisa kelihatan kokoh dan berdiri tegak. Lignin didalam kayu memiliki persentase yang berbeda tergantung dari jenis kayu: 1. Softwood mengandung 27 – 33% 2. Hardwood mengandung 16 – 24 %.

 e. Berikan komentar saudara tentang proses kraft yang digunakan dengan fenomena bilangan Kappa. Jawab: Proses kraft merupakan proses pembuatan pulp secara kimia dengan penggunan zat kimia seperti sodium hidroksida (NaOH) dan sodium sulfat (Na2S). Pada proses kraft pulping, pulp yang dihasilkan lebih kuat akan tetapi rendemen yang dihasilkan lebih kecil karena banyak komponen yang terdegradasi (lignin, ekstraktif, dan mineral) dan juga menghasilkan bilangan Kappa yang cukup tinggi yaitu 38,79. Bilangan Kappa itu sendiri merupakan angka yang menunjukkan sisa lignin yang terdapat dalam pulp dan sisa lignin tersebut sangat mempengaruhi kualitas pulp dan warna kertas nantinya sehingga membutuhkan tahapan selanjutnya (bleaching) untuk memperoleh hasil pulp yang diinginkan .

Followers